08:00

Perjalanan Hidup Manusia Terbang


Ketika melihat burung yang terbang di udara, tepatnya sejak abad ke-6 manusia pun ingin bisa merasakan melayang-layang di udara sambil melihat keindahan bumi dari atas sana.
Yang kemudian berbagai upaya pun dilakukan, sebelum akhirnya tercipta pesawat terbang. Mau tahu bagaimana usaha manusia dari abad ke abad untuk bisa mewujudkan keinginannya itu?

Namun, jatuh, bangun, gagal, hingga berhasil terbang, semua pernah dilakukan sejak abad ke-6, dari yang manual, hingga dengan teknologi. Mari simak halaman berikut ini.

1. Pesawat Mesin
Puncak dari kesuksesan manusia untuk mewujudkan keinginan mereka bisa terbang, ada di abad ke-20. Sudah tak asing lagi di telinga, cerita tentang Wilbur Wright bersaudara yang berhasil membuat pesawat bermesin.


Benda tersebut berhasil dibuat setelah melewati ratusan kali percobaan. Selama uji coba itu, dari 200 pasang sayap yang dipakai, mereka memilih satu yang terbaik untuk dipakai pesawat tersebut. Sejak itu, keinginan manusia untuk terbang dan melihat bumi dari arah langit pun bukan lagi mimpi. ;)

2. Desain Alat Terbang
Usaha untuk terbang yang satu ini tidak memiliki bukti otentik, meski tercatat dalam sejarah. Abad ke-15, tepatnya pada tahun 1496, Leonardo Da Vinci mencoba membuat desain alat terbang dan pesawat.


Desain tersebut ia tuangkan dalam gambar serta sketsa. Namun sayangnya, tidak ada wujud nyata dari rancangannya. Karenanya, tak ada cerita tentang usaha untuk terbang dari tokoh yang satu ini.

3. Pesawat Layang
Kemajuan teknologi alat terbang mulai terasa saat memasuki abad ke-19. Montgomery berhasil menciptakan pesawat layang yang merupakan hasil penyempurnaan dari penemuan para pendahulunya.


Tak lagi bergantung pada ke mana angin berhembus, kali ini pesawat dilengkapi dengan navigasi, sehingga dapat dikendalikan oleh mereka yang mengendarainya. 

4. Terbang Dengan Sayap Buatan
Abbas Ibn Firnas melakukan percobaan terbang dari puncak Masjid Raya di Cordoba, Spanyol, pada tahun 852. Ia menggunakan dua sayap yang dibuat seperti sayap burung.
Namun sayang sekali, ia gagal dan terjatuh kala itu. Untung saja dia masih selamat dari maut karena mengenakan baju khusus yang bisa menahan laju ketika jatuh.


Pantang menyerah, ia melakukan percobaan lagi dengan cara yang sama. Kali ini ia terbang dari sebuah gunung, Jabal al Arus, dan ia berhasil berputar-putar, lalu kembali ke tempat semula. Sayangnya, keberuntungan tidak berpihak padanya. Ia gagal saat melakukan pendaratan. Akibatnya, ia mengalami cedera punggung yang sangat parah. 

5. Balon Udara
Semakin berkembangnya zaman, semakin maju pula penemuan untuk mewujudkan keinginan manusia bisa terbang. Pada abad ke-18, tahun 1783, Jean Francois Pilatre de Rozier dan Francois Laurent d'Arlandes terbang dengan balon udara.


Pada masa itu, mereka berhasil terbang dengan jarak tempuh delapan kilometer. Balon tersebut ditemukan oleh Montgolfier bersaudara. Tenaga yang dipakai hanya berupa kayu bakar. Tak ada navigasi, sehingga balon ini ikut angin berhembus. 

6. Terbang Dengan Layang-Layang
Kurang lebih tabun 559, seorang pangeran China, Yuan Huangtou diterbangkan menggunakan layang-layang. Ia dilepas dari puncak sebuah menara, terbang beberapa saat melewati tembok kota, dan mendarat dengan selamat.



Bisa dibayangkan, pada zaman itu, seberapa besar layang-layang harus dibuat untuk pangeran itu. Bahan-bahan yang digunakan pun pasti masih sangat sederhana, seperti bambu dan kain.

7. Pesawat Terbang Layang
Dua abad kemudian, giliran sorang bernama Hezarfen Ahmet Celebi yang mencoba untuk tebang dengan mengendarai pesawat terbang layang menyeberangi Bosporus. Ini merupakan prestasi luar biasa pada abad ke-17 itu.


Sekitar tahun 1630-1632, ia melompat dan meluncur dari puncak menara Galata, yang terletak di Istanbul, Turki, yang tingginya mencapai 55 meter. Ia berhasil terbang sejauh tiga kilometer, dan mendarat dengan selamat. 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...